Dalam Penantian

Rabu, 21 November 2007

Kulihat sinar dari kedua bola itu
Menyimpan misteri enggan terucap
Bertahan dalam keangkuhan walau goyah
Ulurkan jemarimu, sibaklah tabir itu
Bukan batu pada saat luluh
Sunyi dalam riuh ombak samudra
Menanti hembusan angin keangkuhan purnama nanti
Masih adakah bisik untukku?

1 komentar:

Anonim mengatakan...

mmmmm....

bingung, gak ngerti artinya he...he...

would you tell me what was in your head when you wrote this?

2007 Vestina Arnianty , all right reserved.
Use of this website signifies your agreement to the Terms of Use.